AYO MEMBACA SOLOPOS : Tambah Wawasan Sambil Unjuk Kebolehan SMP/SMA IT Al Huda Wonogiri

ayo-membaca-wng-370x278
Mar 26 2016

AYO MEMBACA SOLOPOS : Tambah Wawasan Sambil Unjuk Kebolehan SMP/SMA IT Al Huda Wonogiri

WONOGIRI – Ratusan pasang mata menatap Manajer Promosi, Amir Tohari, dan Manajer Litbang dan Pusdok PT Aksara Solopos, Sholahuddin, yang didapuk menjadi pembawa acara Ayo Membaca Bersama Solopos (AMBS) di SMP/SMA IT Al Huda Wonogiri, Kamis (24/3/2016) pagi.

Mereka menebar virus gemar membaca kepada seluruh siswa dengan aktivitas yang menyenangkan. Para siswa diminta membaca berita di Koran Solopos edisi hari itu yang telah dibagikan sebelumnya selama 10 menit. Suasana yang semula ramai berganti hening. Kepala mereka bergerak dari ke kanan mengikuti tiap kata yang dibaca dalam hati. Ada yang membaca halaman 1, Soloraya, ada pula yang serius menyerap informasi di Halaman Wonogiri.

Setelah waktu merambat 10 menit aktivitas membaca diakhiri. Selanjutnya pembawa acara meminta siswa maju ke panggung untuk menyampaikan inti sari berita yang telah dibaca. Gading menjadi siswa yang kali pertama menunjukkan kemampuannya mencerna isi berita berjudul 2 Pengunjung Wisata Khayangan asal Pacitan Hilang di Halaman Berita Utama. Dia merekonstruksi kembali informasi dalam berita itu di depan teman-temannya.

“Ada dua pengunjung Wisata Khayangan di Tirtomoyo [Wonogiri] yang hilang pada Selasa 22 Maret lalu. Semula mereka bersama dua rekan mereka lainnya pergi ke Tawangmangu [Karanganyar]. Lalu mereka pulang ke Pacitan melalui Kecamatan Nguntoronadi. Sesampainya di pertigaan Karangturi dua orang ke Wisata Khayangan dan dua lainnya pulang. Sehari setelah itu dua orang yang ke Wisata Khayangan tidak pulang,” urai remaja lelaki itu.

Pembawa acara memberinya bingkisan atas kemampuan dan keberaniannya menyampaikan inti sari berita di panggung. Tepuk tangan para siswa lainnya membuat kemeriahan di sekolahan itu kian kentara.

Tak mau kalah, Mukid, menunjukkan kemampuannya merekonstruksi informasi di berita berjudul Dua Karya Pelajar Indonesia Diterbangkan NASA di Halaman Humaniora. Namun, dia agak lupa sehingga tak lancar menceritakannya. Meski demikian dia tetap mendapat bingkisan atas usahanya menggali informasi dalam berita tersebut.

“Berita mengenai karya pelajar yang diterbangkan Badan Antariksa milik Amerika itu membuktikan koran tidak sekadar bahan bacaan, tetapi juga gudang ilmu,” jelas Amir Tohari kepada para siswa.

Dia menyampaikan hakikatnya aktivitas Gading dan Mukid yang membaca lalu menceritakan kembali kepada khalayak merupakan pembelajaran menuangkan pemikiran secara verbal. Kegiatan seperti itu sangat berguna untuk melatih keberanian mengungkapkan ide atau gagasan di dalam suatu forum. Apabila kemampuan tersebut disertai kecakapan menulis bisa menghasilkan produk tulisan yang bagus.

“Tak lupa biar lengkap apa yang disampaikan atau yang ditulis setidaknya memenuhi unsur 5W+1 H. Apa saja itu adik-adik? What, where, when, why, who, dan how,” timpal Sholahuddin.

Penampilan kelompok nasyid akapela, Alhuda Voice, yang digawangi siswa kelas X SMA Al Huda, Alifian, Fatasha, Niam, Gilang, dan Fasha, menambah keseruan. Selain itu para siswa disuguhi kelompok bela diri Inkai, kungfu, dan pencak silat yang tak kalah seru. Sebagai acara pamungkas Redaktur Koran Solopos, Ivan Indrakesuma, menyampaikan sekelumit pengalaman menjadi jurnalis.

Sebagai awalan Ivan mengulas satu demi satu unsur berita 5W+1H dengan menyertakan contoh sederhana dua pelajar yang bertemu di toilet lalu mereka saling bertanya. Pada akhirnya salah satu dari mereka diminta ayahnya menceritakan peristiwa yang dialaminya itu. Dia menjelaskan cerita anak kepada ayahnya itu adalah contoh mudah untuk menggambarkan suatu peristiwa yang sebelumnya telah terekam dalam ingatan. Penggambaran peristiwa akan lebih maksimal jika memiliki wawasan. Salah satu hal yang bisa memperkaya wawasan adalah membaca, baik membaca novel, cerpen, koran, dan lainnya.

“Dalam membuat berita jurnalis harus wawancara agar mendapat data yang lebih lengkap. Sekarang itu unsur berita tambah satu lagi, yakni wow. Jadi membikin berita juga harus wow,” kata Ivan.

Virus gemar membaca yang ditebar awak Solopos menghinggapi Arifah Diffa Nuha Usada, 15. Siswi kelas IXD SMP IT Al Huda itu mengaku termotivasi. Dia ingin membaca novel atau cerpen untuk memperkaya diksi dan wawasan. Selama ini remaja putri yang biasa disapa Diffa itu hanya membaca buku pelajaran.

“Saya punya banyak pengalaman ikuti lomba, pernah juara III Olimpiade Matematika 2015 lalu, ikut Kemah Nasional III di Malang tahun lalu juga, dan lainnya. Kalau pengalaman itu dituangkan dalam tulisan mungkin bisa menjadi biografi pribadi. Saya akan coba deh,” kata dia.

Kepala SMP dan SMA IT Al Huda Wonogiri, Harmoko Tri Aji, menyampaikan kegiatan AMBS diharapkan bisa menyuburkan minat baca siswa-siswi. SMP dan SMA berbasis agama yang berdiri pada 2006 dan 2015 itu punya cara sendiri memotivasi siswa agar gemar membaca. Sekolah membuat program penerbitan buletin dan membuka kegiatan ekstra kurikuler jurnalistik. Karya buletin dan jurnalistik siswa yang berisi informasi seputar sekolahan bisa menjadi bahan bacaan menarik bagi siswa di SMP/SMA IT Al Huda maupun di sekolah jenjang di bawahnya.

“Kami juga menyediakan tak kurang dari 8.000 eksemplar buku referensi dan pengetahuan umum termasuk karya sastra di perpustakaan. Buku sebanyak itu untuk memancing anak agar berbondong-bondong ke perpustakaan lalu membacanya,” kata Harmoko.

Sumber: http://www.solopos.com/soloraya/feed

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.