CFO Tangguh Frans Budi Pranata

ceo zallora
Apr 04 2016

CFO Tangguh Frans Budi Pranata

CFO Tangguh Frans Budi Pranata, Siapa tak mengenal Zalora? Sebuah fashion online e-commerce terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Usianya yang masih seumur jagung, berdiri sejak Februari 2012 lalu tak menghalanginya untuk bersaing merebut market Indonesia. Zalora bahkan mampu melejit dan terbang sangat cepat. Terbukti, Zalora mampu bertumbuh hingga 400% selama 4 tahun kehadirannya di Indonesia. Pencapaian itu, tentu didukung sosok hebat di belakang layar. Adalah Fransiscus Budi Pranata, salah satu sosok yang bekerja ekstra keras untuk mengembangkan Zalora di Indonesia.

Sejak bergabung di Zalora pada awal 2014 lalu, Budi, demikian ia biasa disapa, langsung tancap gas. Dengan tekun, ia membenahi sistem-sistem yang menurutnya masih berantakan. Ia pun menggagas terobosan-terobosan untuk mendongkrak pencapaian Zalora. Kerja kerasnya membuahkan hasil dan mendapat pengakuan dari masyarakat, Budi meraih penghargaan “The Best CFO Award 2015” dari salah satu majalah bisnis di Indonesia. Ya, Budi adalah sosok pekerja keras. Ini bukanlah kali pertama ia mendapatkan penghargaan bergengsi itu. Sebelumnya, ia pun pernah meraih penghargaan yang sama “The Best CFO 2013” di perusahaan sebelumnya, permen Yupi.

Meraih penghargaan tersebut, Budi dinilai sukses mendongkrak performa dan pencapaian Zalora di bisnis e-commerce di Indonesia. “Pengunjung kami mencapai 10juta orang dalam sebulan, sehari sekitar 300ribuan. Zalora ini memiliki 1000 brand lebih dari 1000 supplier dan juga memiliki warehouse yang terbesar dengan luas 15.000 meter persegi dengan kapasitas hingga 2juta barang,” terang Budi penuh semangat, seraya menambahkan, bahwa Zalora pernah menerima order hingga 100ribu order dalam satu hari.

Fransiscus Budi Pranata adalah anak muda penuh semangat dan enerjik. Ketika ditemui Men’s Obsession di tengah-tengah kesibukannya, ia tampil stylish, mengenakan celana oranye dipadukan dengan kemeja batik senada dan sepatu cokelat, seolah ingin menciptakan image dari fashion online tempatnya berkarya. Batik, adalah salah satu pakaian favoritnya, Budi mengakui ia memang sangat senang mengenakan batik ketimbang jas. Selain karena lebih nyaman, ia juga sangat mengapresiasi batik sebagai Indonesian Culture.

Melihat karier dan pencapaiannya saat ini, siapa menyangka bahwa Budi pernah berada di posisi bawah. Budi muda adalah seorang remaja yang minder dan tidak percaya diri karena keterbatasan ekonomi lantaran sang ayah yang berprofesi sebagai supir mikrolet. Meski begitu, kedua orangtua memecutnya agar ia bisa meraih pendidikan setinggi mungkin untuk mengubah nasib dan kehidupan yang lebih baik.

Hal itulah yang selalu ditanamkan hingga mendarah daging dalam jiwanya. Sejak kecil ia rajin belajar. Yang membanggakan, ia bahkan menempuh pendidikan tinggi dari beasiswa, “beruntungnya saya berhasil mentransformasi diri. Saya bisa kuliah karena dapat beasiswa. Mulai dari kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia saya dapat beasiswa, setelah itu MBA hingga S3, saya juga dapat beasiswa,” katanya tanpa bermaksud membanggakan diri.

Selama lebih kurang 25 tahun ia fokus bekerja pada bidang keuangan di berbagai perusahaan bergengsi di Indonesia, seperti Ernst & Young, Permen Mentos, Frisian Flag, American Standard, Permen Yupi, hingga pernah bekerja di salah satu elektronik supermarket terbesar di Timur Tengah. Kini hatinya berlabuh pada Zalora. Apa yang membuatnya berani meninggalkan zona nyaman dan memilih membesarkan Zalora? “Saya itu orang yang selalu ingin belajar. Saya juga ingin mengaktualisasikan diri dan berkontribusi. Saya tidak mau terus berada di comfort zone. Saat pindah ke tempat baru, ada network baru, organisasi baru, dan pekerjaan baru. Nah dari situlah justru peluang kita berkembang,” tegas ayah empat anak ini.

Di sela-sela kesibukannya sebagai seorang eksekutif, pria kelahiran Jakarta, 25 Januari 1967 ini, ternyata rajin mengisi materi dalam sebuah seminar dengan tujuan ingin berbagi dan memberi inspirasi kepada seluruh masyarakat indonesia, khususnya para generasi penerus. Ia tak pelit berbagi ilmu. Satu hal yang ia tekankan bahwa tak ada kata tidak bisa jika kita mau berusaha. Ia mencontohkan dirinya sendiri yang bisa diistilahkan ‘from zero to hero’. “Kalau saya bisa, kalian harus lebih bisa dari saya. Itu yang selalu saya sampaikan pada generasi penerus!” ujar penulis buku motivator ini.

Budi menambahkan, ada tiga kunci keberhasilan yang selalu ia pegang selama ini, yaitu beriman, harus mengimani ajaran Tuhan agar selalu diberi kemudahan dan dibukakan jalan. Yang kedua harus punya rasa empati terhadap sesama. Dan yang ketiga adalah persistance. “Jadi IQ dan EQ saja tidak cukup tapi kita juga harus punya persistance untuk mencapai goal kita sehingga kita bisa mencapai apa yang kita inginkan,” pungkasnya.

Zalora, Rangkul Seleb dan Blogger
Dalam membesarkan Zalora, penyuka olahraga Jogging ini, melakukan berbagai cara dan terobosan-terobosan yang diakuinya ampuh dan mampu membuat Zalora melejit selama 4 tahun ini. Antara lain melakukan pendekatan pada public figure dan blogger yang aktif di media sosial dengan follower terbanyak. Sebut saja misalnya, Luna Maya, Raditya Dika, hingga para motivator ternama, seperti Merry Riana dan Mario Teguh serta fashion designer ternama, seperti Billy Tjong, Dian Pelangi, dan Ria Miranda.

Selain melalui media sosial para public figure, tak bisa dipungkiri bahwa peran media juga diakui sangat besar bagi promosi Zalora. Budi menggunakan beragam media dalam mempromosikan Zalora, mulai dari televisi, media cetak, radio, hingga online yang menurutnya menjadi media paling cepat dan tepat sasaran. Tak ketinggalan beragam aplikasi pada smartphone, seperti kakaotalk dan line juga menjadi sarana promosi Zalora. Dari internal, tim marketing Zalora juga gencar berpromosi, antara lain melalui e-Magazine, penawaran-penawaran hadiah voucher, serta adanya program reseller yang memberikan banyak keuntungan.

Di samping itu, yang juga menjadi bagian penting bagi Zalora, adalah kualitas produk dan kepuasan pelanggan. Dalam hal ini, Zalora memanjakan betul para pelanggan, antara lain dengan adanya sistem retur hingga 30 hari, memudahkan pembayaran dengan cash on delivery (COD) di samping kartu kredit dan transfer serta ketepatan waktu barang tiba di tangan customer.

Menurut Budi, dengan langkah-langkah yang ditempuh itu, Zalora telah berhasil mengedukasi masyarakat dengan menciptakan satu platform yang bisa memberikan fashion bagus, branded, serta akan menjadi fashion destination tak hanya di Asia namun juga di dunia. Ke depan, Budi memiliki impian, Zalora bisa menjadi lebih besar lagi. “Saya ingin ke depan Zalora bisa menjadi google-nya fashion,” ucapnya optimis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.