FORMULA ONE 2016 : Kontroversi Kualifikasi F1, Manajer: Rio Haryanto Menang Kalau Pakai Mercedes!

c_forc_suti_budd_2011-1
Mar 28 2016

FORMULA ONE 2016 : Kontroversi Kualifikasi F1, Manajer: Rio Haryanto Menang Kalau Pakai Mercedes!

Formula One 2016 akan memasuki seri kedua. Format baru kualifikasi masih banjir kritikan termasuk dari manajer Rio Haryanto.

JAKARTA — Di tengah kritik, format baru kualifikasi Formula One 2016 masih akan diterapkan di GP Bahrain, awal April 2016 mendatang. Manajer Rio Haryanto, Piers Hunnisett, ikut berkomentar.

Seperti diketahui, kualifikasi Formula One 2016 mengenal sistem eliminasi, yang diberlakukan dari sesi pertama hingga ketiga. Dari sesi pertama hingga ketiga, tujuh pembalap yang mencatat waktu paling lambat akan dieliminasi. Sistem ini menuai berbagai kritik dari tim sampai pembalap.

“Masalahnya buat setiap pembalap adalah sama. Hanya jangan dulu pikir soal sistem terbaik. Mungkin buat yang sekali membalap bakal susah, beda halnya kalau pakai mesin Ferrari atau Mercedes mungkin akan lebih mudah. Setiap pembalap harus belajar dengan cepat, bahkan juara dunia juga harus belajar di setiap perlombaan yang mereka ikuti,” kata Piers, seperti dilansir Detik, Sabtu (26/3/2016).

“Hal utama bagi Rio adalah untuk berada di depan dari rekan setimnya, Pascal Wehrlein, bila dengan peralatan yang sama. Kalau Rio pakai Mercedes kemungkinan bisa naik podium. Perkara F1 itu tergantung dari mobil,” tutupnya.

Memang sinar balapan jet darat Formula One dalam beberapa tahun belakangan seperti meredup. Lantas, untuk menghidupkan kembali agar terlihat menarik para petinggi mengusulkan perubahan pada kualifikasi.

Lalu para petinggi balap F1 mengadakan pertemuan penting membahas kelayakan menggunakan aturan baru kemudian disetujui oleh World Motor Sport Council. Bos F1, Bernie Ecclestone hanya bisa mendukung apa yang dianggap tepat dan merupakan solusi yang baik untuk semuanya.

“Jadi saya katakan kepada mereka, kami akan mendukung apa saja yang mereka anggap tepat untuk dilakukan, Namun, tidak ada yang tahu apa hal terbaik yang perlu dilakukan, kami berusaha bertahan di posisi kami dan melihat setelah balapan ini,” kata Ecclestone, seperti Autosport, Sabtu.

Sayang setelah ditetapkan, peraturan ini menimbulkan kebingungan dari pencinta F1 dan pembalap pada seri pertama GP Australia Formula One 2016 pekan lalu. Kejadian tersebut tentu menjadi evaluasi bagi FIA untuk tak menerapkan peraturan tanpa mengkaji secara mendalam.

Akibat banyaknya kontra, format baru kualifikasi Formula One 2016 akan ditinjau kembali pascagelaran di Bahrain. Voting diadakan yang diikuti dari komisi F1, berisikan seluruh tim, promotor balapan, dan sponsor selain juga FIA dan manajemen Ecclestone selaku pemegang hak komersil. Saat ini proses voting belum tuntas.

 

Editor: Haryo Prabancono | dalam: Balap | http://www.solopos.com/olahraga/feed

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.