KURIKULUM 2013 : Pelatihan Pascarevisi Gunakan Metode Pembelajaran Aktif

Beasiswa-370x202
Mar 28 2016

KURIKULUM 2013 : Pelatihan Pascarevisi Gunakan Metode Pembelajaran Aktif

DEPOK – Revisi Kurikulum 2013 selesai. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memulai pelatihan Instruktur Nasional Kurikulum 2013 pascarevisi dengan metode yang berbeda dibanding pelatihan-pelatihan sebelumnya.

Pelatihan Instruktur Nasional Kurikulum 2013 didesain secara interaktif dan partisipatif oleh Narasumber Nasional dan tim fasilitator. Selama pelatihan, para Instruktur Nasional dirangsang untuk mengelaborasi seluruh pemikiran dan kemampuannya dalam bentuk diskusi kelas.

“Kami ingin yang bisa jadi Instruktur Nasional adalah orang-orang yang mencerminkan kurikulumnya. Guru berubah peran sebagai fasilitator, yaitu fasilitator pembelajar, sehingga anak-anak juga belajar aktif,” ujar Mendikbud Anies Baswedan seusai penutupan Pelatihan Instruktur Nasional Kurikulum 2013, Kamis (24/3/2016), di Pusdiklat Kemendikbud, Depok, Jawa Barat.

Mendikbud mengatakan, dari 666 peserta pelatihan Instruktur Nasional, ada 598 orang yang ditetapkan lolos seleksi sebagai Instruktur Nasional. Pelatihan menggunakan metode diskusi dan pembelajaran aktif. Para peserta diberi pembekalan tentang materi Kurikulum 2013, kebijakan umum Kemendikbud, serta metode pembelajaran yang aktif.

Sebagian besar Instruktur Nasional terdiri dari unsur guru. Mendikbud berharap pelatihan ini dapat mendorong guru memiliki sifat pembelajar, yaitu memiliki motivasi untuk terus belajar, juga mempunyai pikiran yang terbuka, serta dapat mengikuti perkembangan zaman.

“Kita ingin semua guru-guru kita adalah guru-guru yang mencerahkan dan membuat anak-anaknya cinta belajar,” tutur Mendikbud seperti dilansir Kemdikbud.go.id, Jumat (25/3/2016).

Ia menuturkan, setelah mengikuti pelatihan Kurikulum 2013, guru diharapkan dapat berubah peran menjadi fasilitator pembelajaran yang membuat siswa menyenangi kegiatan belajar-mengajar. “Jangan sampai kurikulum baru tapi cara mengajarnya masih (cara) lama,” katanya.

Mendikbud juga berharap agar para Instruktur Nasional yang telah mendapat pelatihan di Pusdiklat Kemendikbud tersebut dapat menularkan metode dan motivasi selama pelatihan kepada rekan-rekannya di daerah. Para Instruktur Nasional juga harus dapat berimprovisasi, karena kondisi yang berbeda di tiap daerah.

“Sehingga nantinya anak-anak kita benar-benar jadi anak-anak yang siap berkompetisi di abad 21,” ucapnya.

 

Editor: Septina Arifiani | dalam: Pendidikan | http://www.solopos.com/nasional/pendidikan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.