Menimbang Untung Rugi Usaha Penggilingan Padi

usaha-penggilingan-padi
Mar 29 2016

Menimbang Untung Rugi Usaha Penggilingan Padi

Menimbang Untung Rugi Usaha Penggilingan Padi, Mungkin ada yang sedikit terlewatkan disaat kita menyantap sepiring makanan, nasi yang di hidangkan diatasnya memerlukan proses yang panjang hingga sampai matang dan siap kita makan. Nasi yang berasal dari padi, sebelumnya di tanam petani hingga membutuhkan waktu berbulan-bulan, lalu setelah panen pun memerlukan proses penggilingan agar bisa menghasilkan beras. Dan seterusnya…

Dalam proses yang panjang tersebut cukup banyak orang-orang yang terlibat membantu kita semua hingga bisa menikmati sepiring nasi untuk kita makan sehari-hari. Dan sekaligus mereka juga dapat menggantungkan hidupnya dengan mendapatkan penghasilan dari sana.

Diantara proses yang akan kita bahas kali ini adalah usaha penggilingan padi. Padi yang di panen petani sebelumnya harus melewati proses ini dahulu sebelum menjadi beras yang biasa kita beli di pasaran. Dengan menjadi sumber makanan pokok masyarakat Indonesia, maka kebutuhan akan beras ini tentunya sangat besar diperlukan.

Apakah lantas dengan adanya hal tersebut usaha penggilingan padi ini akan menjadi sangat menguntungkan ? Untuk mengetahuinya mari kita bahas bersama mengenai untung dan ruginya menjalankan usaha ini.

 

Usaha yang bisa di katakan jarang terlihat di kota-kota besar ini, memang sejatinya harus didirikan sedekat-dekatnya dengan pusat-pusat lahan pesawahan yang tentunya sudah jarang ditemui di perkotaan. Maka tidak heran jika bisnis seperti ini sering menjadi pilihan sebagai peluang usaha di desa yang sudah dijalankan sejak lama.

Pelakunya pun sudah cukup banyak yang berhasil meraih kesuksesan dengan manjalankannya, karena yang menjadi salah satu keuntungannya adalah jasanya cukup di butuhkan banyak orang.

Namun begitu salah satu yang menjadi kerugian menjalankan usaha penggilingan padi ini adalah karena masa panen padi yang akan digiling tidak terjadi sepanjang waktu. Dalam setahunnya hanya akan terjadi dua hingga tiga kali masa panen, sehingga usaha ini juga bisa di kategorikan sebagai usaha musiman.

Jadi kerugiannya akan ada masa waktu dimana akan sedikit terdapat bahan berupa padi yang akan digiling, tentu di masa-masa waktu tersebut akan menjadi masa krisis untuk usaha ini.

Lalu bagaimana cara mengatasinya ?

Sebagaian besar para pengusaha penggilingan padi yang sudah berjalan, mengisi waktu di luar masa panen dengan terjun menjadi pedagang beras. Bagi yang memiliki modal, mereka akan mempersiapkan stok dengan cara membeli padi atau gabah dari para petani disaat masa panen tiba.

Hal ini di lakukan agar nanti di masa ketersediaan padi mulai menipis, mereka tetap bisa mendapatkan penghasilan dari memproses stok padi yang dimiliki, dan memasarkan berasnya ke para tengkulak di pasar.

Atau bisa juga dilakukan para pengusaha penggilingan, menempuh sistim kerja sama dengan para tengkulak beras untuk menjasakan proses penggilingan padi yang dimilikinya. Sekaligus juga menjadi perantara atau calo yang menghubungkan tengkulak dengan para petani yang ingin menjual hasil panennya.

Dengan begitu, usaha penggilingan padi ini tetap bisa memberikan hasil keuntungan bagi pelakunya sepanjang waktu.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.