Museum Radya Pustaka, Wisata Seru Mengenal Kota Solo

Museum-Radya-Pustaka
Mar 26 2016

Museum Radya Pustaka, Wisata Seru Mengenal Kota Solo

Museum Radya Pustaka, Wisata Seru Mengenal Kota Solo – Kota Surakarta atau Solo, merupakan sebuah kota kecil yang berada di wilayah lingkup Jawa Tengah. Meskipun kota ini tergolong kecil, tetapi kota Solo memiliki sejarah yang sangat besar sekali.

Untuk mengenal sejarah yang ada di kota Solo, ada banyak sekali objek wisata yang bisa kita kunjungi. Salah satu tempat wisata yang bisa digunakan untuk mengenal lebih dalam mengenai kota Solo adalah Museum Radya Pustaka.

Museum Radya Pustaka, Wisata Seru Mengenal Kota Solo
Museum Radya Pustaka terletak di dekat Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari Solo, dan merupakan museum tertua yang ada di Solo bahkan Indonesia. museum ini didirikan oleh KRA Sosrodiningrat IV pada masa pemerintahan Paku Buwono IX. Pembangunan museum ini tepat berada di dalam salah satu ruang Kepatihan pada tanggal 28 Oktober 1890, kemudian pada 1 Januari 1913 Museum Radya Pustaka tersebut dipindah ke lokasi yang sekarang yakni di Jalan Slamet Riyadhi. Sebelum digunakan sebagai gedung museum, gedung tersebut merupakan milik seorang warga berkebangsaan Belanda, dia bernama Johannes Busselaar. Gedung tersebut kemudian dibeli oleh Sri Susuhunan Paku Buwono dan dijadikan sebagai lokasi museum yang baru hingga sekarang ini.

Museum ini berbeda dari museum lain yang ada di Solo, Museum Radya Pustaka tidak berada di bawah naungan Dinas Pubakala dan Pemerintah Kota setempat. akan tetapi museum tersebut dikelola dan dikembangkan oleh sebuah yayasan berama Yayasan Paheman Radya Pustaka Surakarta. Yayasan ini dibentuk pada tahun 1951, hingga saat ini Yayasan Paheman tersebut masih menjadi pengelola utama dari Museum Radya Pustaka ini. selain yayasan tersebut, ada juga seorang tokoh yang telah menyumbangkan kontribusi besar terhadap berkembangnya Museum Radya Pustaka ini, beliau adalah Go Tik Swan atau lebih sering dikenal sebagai KRT. Hardjonagoro. Bahkan menariknya lagi, Go Tik Swan juga merupakan seorang budayawan sekaligus pencipat motif batik Nusantara.

Museum ini memiliki banyak sekali koleksi-koleksi benda-benda bersejarah dan berharga. Meskipun Museum Radya Pustaka pernah tercoreng mengalami kasus pencurian benda bersejarah dan sangat bernilai. Namun pengelola disana sekarang sudah berusaha memberikan pengamanan yang lebih ekstra mengenai barang-barang tersebut. barang koleksi yang ada di Museum Radya Pustaka ini antara lain seperti wayang kulit, berbagai macam arca, pusaka adat, dan buku-buku kuno masa lampau. buku-buku kuno tersebut antara lain seperti buku karangan Paku Buwono IV yang berjudul Wulang Reh, buku tersebut bercerita mengenai pemerintahan yang ada di kota Solo.

Museum-Radya-Pustaka-depan

Memasuki kawasan Museum Radya Pustaka, pada halaman depannya kita akan disambut dengan sebuah patung dada R Ng. Rangga Warsita. Beliau adalah seorang pujangga Keraton Surakarta yang paling termasyur dan hidup pada abad ke-19. Kemudian pada tahun 1953, patung tersebut diresmikan oleh Ir. Soekarno. Tepat di belakang dan depan patung tersebut terdapat sebuah prasasti bertuliskan aksara Jawa. lalu di serambi museum, kita bisa menemukan beberapa meriam peninggalan VOC pada abad ke-17 dan ke-18.

Sementara itu, disana juga terdapat beberapa meriam kecil bekas peninggalan Keraton Surakarta. Tidak hanya itu saja, di Museum Radya Pustaka ini kita juga bisa menemukan banyak sekali arca-arca peninggalan Hindu-Budha. Antara lain seperti arca Roro Jonggrang yang memiliki artian ‘perawan tinggi’, tapi sebenarnya arca tersebut adalah arca Dewi Durga. Selain arca tersebut masih ada arca Boddhisatwa dan Siwa yang bisa kita pelajari nilai sejarahnya. Arca-arca koleksi Museum Radya Pustaka ini kebanyakan berasal dari penumuan-penemuan di sekitar wilayah Solo.

Untuk bisa berkunjung dan mempelajari sejarah kota Solo di Museum Radya Pustaka, Anda bisa langsung menuju ke lokasi objek wisata satu ini. lokasinya berada di Jalan Slamet Riyadhi no. 275 Surakarta. Akses menuju lokasi tersebut sangat mudah sekali, mengingat Jalan Slamet Riyadhi merupakan jalan raya terbesar yang ada di Solo. Sehingga terdapat banyak sekali sarana transportasi yang bisa Anda gunakan. Mulai dari bus, taksi, angkutan umum, dan masih banyak lagi. akan tetapi untuk hari Senin, Museum Radya Pustaka tidak buka. Anda bisa berkunjung kesana mulai dari pukul 09.00-14.00 WIB pada hari Selasa hingga Minggu. Selamat berwisata di kota Solo.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.