PARIWISATA SOLO : Kemenpar: Solo Siap di-Branding ke Mancanegara

Cagar-Budaya-Ambarawa--370x194
Mar 26 2016

PARIWISATA SOLO : Kemenpar: Solo Siap di-Branding ke Mancanegara

SOLO–Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatut Solo sebagai salah satu destinasi wisata yang akan di-branding ke pasar mancanegara pada 2016.

Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, N. W. Giri Adnyani, menyampaikan berdasarkan hasil rapat pimpinan (rapim) pada 16 Desember 2015 lalu, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara memilih sejumlah 10 destinasi wisata di Indonesia yang akan di-branding. Promosi terhadap 10 destinasi wisata tersebut, termasuk Solo rencananya diluncurkan pada April 2016 mendatang.

“Kami akan genjot branding 10 destinasi wisata ke mancanegara, salah satunya Solo. Meski tidak punya wisata alam, Solo punya wisata budaya yang tidak dipertanyakan lagi,” kata Giri saat menjadi narasumber dalam forum Peningkatan Kompetensi Pegawai Mengenai Branding Nasional dan Branding Destinasi di The Royal Surakarta Heritage, Solo, Kamis (24/3/2016).

Sebagai informasi, 10 destinasi wisata yang akan di-branding pada 2016, antara lain Greater Bali, Greater Jakarta, Greater Batam (Kepri), Wakatobi-Bunaken-Raja Ampat, Makasar, Medan, Lombok, Bandung, Banyuwangi, dan Jogja-Solo-Semarang (Joglosemar). Giri menyampaikan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara akan terus menggali potensi yang ada di 10 destinasi wisata tersebut.

“Strategi branding WI [Wonderful] untuk penetrasi secara online, Indonesia masih lebih bagus dibandingkan Thailand dan Malaysia. Namun, masih kalah dengan Singapura. Indonesia menempati posisi ke-47. Ketika kabinet Kerja ini terbentuk dan budget pariwisata berkali lipat, saatnya kita menggenjot promosi wisata ke luar negeri,” ujar Giri.

Giri menjelasjan pariwisata adalah kunci pembangunan, kesejahteraan, dan kebahagiaan. Dia mengungkapkan meningkatnya destinasi dan investasi pariwisata menjadikan pariwisata sebagai faktor kunci dalam pendapatan ekspor, penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha dan infrastruktur. Giri mengatakan, pariwisata telah mengalami ekspansi dan diversifikasi berkelanjutan serta menjadi salah satu sektor ekonomi yang terbesar dan tercepat pertumbuhannya di dunia.

“Tujuan pembangunan destinasi pariwisata yakni meningkatkan kualitas dan kuantitas destinasi pariwisata. Sedangkan outcome atau impact-nya terkait jumlah wisatawan mancanegara maupun nusantara, jumlah devisa dari wisatawan mancanegara, jumlah pengeluaran wisatawan nusantara, serta PDB bidang pariwisata,” papar Giri.

Giri mengutarakan strategi pengembangan industri pariwisata meliputi empat hal, antara lain peningkatan daya saing produk usaha pariwisata, peningkatan kemitraan usaha pariwisata, pengembangan tanggung jawab lingkungan, serta peningkatan investasi pariwisata. Selain itu, menurut dia, pengembangan industri pariwisata penting juga memperhatikan pengembangan sumber daya manusia (SDM) pariwisata.

 

Editor: Ahmad Mufid Aryono | dalam: Solo | Sumber: http://www.solopos.com/soloraya/feed

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.