Peter Thiel Seorang billionaire

peter-thiel-on-reddit
Mar 29 2016

Peter Thiel Seorang billionaire

 

Peter Thiel adalah seorang billionaire yang sebagian besar sumber kekayaannya berasal dari PayPal. Yep, dia adalah salah satu pendiri PayPal, investor awal di Facebook, managing partner di Founders Fund, dan penulis buku Zero to One. Thiel adalah contoh sosok sukses dalam membangun suatu perusahaan teknologi hingga bernilai miliaran dollar.

Thiel juga merupakan orang yang merekomendasikan agar kaum muda segera keluar dari kampus untuk mendirikan startup mereka sendiri dengan memberikan uang kepada beberapa anak muda sebesar U$100.000. Terkait hal ini, menurutnya adalah lebih baik mendirikan startup sendiri ketimbang belajar di kampus karena pelajaran yang diterima ketika membangun startup jauh lebih banyak dibanding duduk untuk memperhatikan dosen di kampus.

Baru-baru ini, ia baru merilis buku Zero to One dimana ia menjelaskan bagaimana monopoli bisnis itu penting demi kesuksesan suatu perusahaan. Semua orang ingin belajar dan mempelajari bagaimana ia berpikir. Untuk itulah, beberapa hari yang lalu, Thiel mengadakan Ask Me Anything (AMA) di Reddit dimana para pengguna Reddit bisa bertanya apapun kepada Thiel selama ia menjawab pertanyaan itu. Ribuan komentar masuk selama sesi AMA ini berjalan dan tidak sedikit pertanyaan tertinggal dan tidak dijawab oleh Thiel. Namun, beberapa pertanyaan bagus terkait bagaimana ia berpikir dan pendapatnya tentang faktor kesuksesan suatu startup berhasil ia jawab. Berikut ini rangkuman penting dari AMA Peter Thiel di Reddit yang berhasil dirangkum Startupbisnis.

Mulailah dari pasar yang kecil dan dominasi pasar itu terlebih dahulu

Dalam sesi tanya jawab ini, Thiel memberikan beberapa nasihat kepada entrepreneur yang ingin memulai membangun perusahaannya, ia mengatakan, “mulailah dari pasar yang kecil dan dominasi pasar itu terlebih dahulu,” katanya.

Di sini ia mencoba menekankan bahwa dalam berbisnis kita sebaiknya mulai dari niche terlebih dahulu, sebelum masuk ke pasar yang lebih besar. Jika anda langsung bermain pasar yang sudah besar, tentulah kompetitor yang akan anda lawan adalah kompetitor yang besar juga dan ini akan menjadi masalah bagi anda yang baru saja memulai bisnis. Mulailah dari yang kecil terlebih dahulu dan naik secara bertahap.

Kesalahan terbesar ketika ia berinvestasi pada suatu startup

Seperti yang anda ketahui bahwa Thiel merupakan investor di Founders Fund dimana Venture Capital ini sudah berinvestasi pada banyak startup, seperti SpaceX, Facebook, Airbnb, Spotify, Lyft, Palantir, dan masih banyak lagi.

Thiel mengakui bahwa ia pernah melakukan kesalahan terbesar dalam berinvestasi pada suatu startup, ia mengungkapkan, “kesalahan terbesar saya dalam berinvestasi adalah tidak ikut berinvestasi pada Series B di Facebook. Dari sini saya belajar bahwa walaupun investasi suatu startup dipimpin oleh investor kelas atas, secara umum startup itu masih undervalued. Semakin dalam round investasi di suatu startup, semakin besar undervaluation startup itu,” ungkap Thiel.

Ini berarti bahwa walaupun suatu startup mendapatkan investasi pada Series B, C, ataupun D, startup itu masih memiliki valuasi di bawah valuasi yang sebenarnya yang diprediksi dalam beberapa tahun ke depan pada startup tersebut.

Peter Thiel benci orang yang memakai jas !!

“Di Silicon Valley, orang yang memakai jas ketika pitching saat meeting menunjukkan bahwa mereka tidak ahli dalam berjualan dan buruk dalam dunia teknologi.”

Itulah yang dikatakan Thiel ketika seseorang bertanya kenapa ia tidak berinvestasi pada founder yang memakai jas. Dalam berinvestasi pada startup, ia memiliki aturan tersendiri, yaitu, “jangan pernah bertaruh pada CEO yang memakai jas.”

Menurutnya, orang yang memakai jas adalah tipe orang yang mencoba untuk menyembunyikan atau mengimbangi produknya yang buruk. Itulah kenapa mereka memakai jas agar tampak lebih meyakinkan, padahal sebenarnya mereka memiliki produk yang buruk.

Silicon Valley adalah pusatnya perusahaan teknologi yang sukses di dunia. Dalam hal fashion, daerah ini terkenal dengan “hoodie” mereka. Jadi jika ingin berinvestasi pada suatu startup di Silicon Valley, setidaknya carilah CEO yang memakai hoodie. Sesederhana itu.

Kapitalisme dan kompetisi itu adalah hal yang berbeda

Sebagian besar orang berpendapat bahwa kapitalisme dan kompetisi adalah hal yang mirip, tapi menurutnya, kapitalisme dan kompetisi adalah hal yang sangat berbeda. Ia mengatakan bahwa kapitlisme adalah sistem perdagangan yang mengutamakan keuntungan kepada satu pihak untuk mengendalikan ekonomi pasar. Sedangkan di dunia yang penuh kompetisi ini, hal seperti kapitalisme ini sulit terjadi.

Ia mencoba menggambarkan dengan banyaknya jumlah restoran di San Fransisco dimana setiap restoran mengalami suatu kompetisi yang sangat ketat dan ini bukanlah kapitalisme, karena setiap restoran mengalami kesulitan dalam memupuk kekayaan mereka sendiri. Lain halnya dengan Google yang sangat kapitalistik, benar-benar memonopoli pasar dan tidak ada pesaing yang berarti sejak tahun 2002.

Thiel mengungkapkan bahwa Google adalah contoh yang sesuai untuk kapitalisme dan monopoli pasar.

Ia tidak mau memperkerjakan seorang MBA

Thiel mengatakan bahwa ia tidak sepenuhnya tidak mau memperkerjakan orang-orang dengan gelar MBA. Tapi menurutnya, orang yang bergelar MBA itu adalah orang ekstrovert yang berkeyakinan rendah yang tidak memiliki pendirian yang kuat.

Berdasarkan pengalamannya, orang-orang semacam ini cenderung memiliki pemikiran yang ikut-ikutan dengan temannya yang lain. Mereka tidak memiliki pemikiran sendiri, itulah kenapa Thiel menghindari orang yang berpikiran sama dengan kelompok mereka.

Kenapa jumlah user yang aktif setiap harinya lebih penting dari revenue

Akhir-akhir ini kita sering melihat bahwa banyak investor yang menginvestasikan uang mereka dalam jumlah yang besar pada startup yang memiliki jutaan daily active user tapi tidak memiliki revenue sama sekali. Lalu, kenapa investor mau melakukan ini?

Menanggapi hal ini, Thiel menjawab, “menurut saya, strategi yang benar dalam berinvestasi adalah meningkatkan jumlah user terlebih dahulu, sebelum meningkatkan revenue. Tapi terkadang memang ada startup yang memiliki valuasi lebih dari yang seharunya, dan kita sebagai investor harus bisa menahan godaan untuk berinvestasi, jika tidak startup bubble di tahun 1999 bisa terjadi lagi,” jawabnya.

Pemikiran investor yang berpengalaman memang jauh sekali. Mereka lebih mementingkan jumlah user dibandingkan revenue karena mereka yakin dengan jumlah user yang banyak, uang akan datang dengan sendirinya.

Startup yang ideal adalah startup yang memiliki dua orang co-founder

Beberapa orang masih merasa bingung dalam pembagian saham ketika mereka mendirikan startup bersama co-founder mereka, ada yang ingin memiliki lebih banyak saham, ada juga yang merasa kekurangan. Terkait hal ini, Thiel mengatakan, “tidak perlu susah-susah, putuskan saja dengan cepat, jika anda tidak ingin membagikan saham anda sama rata dengan teman anda, itu berarti anda seharusnya berhenti menjadi co-founder,” jelasnya dengan tegas.

Sebagai penutup, ia juga mengatakan bahwa tim startup yang ideal itu terdiri dari dua orang, satu di bagian teknis, satunya lagi di bagian bisnis. Selain itu ia juga menyarankan bahwa seharusnya orang belajar coding sejak mereka masih di bangku SMP.

Bagi anda yang tertarik membaca buku Peter Thiel yang berjudul Zero to One, anda bisa membelinya di Amazon atau membaca artikel yang berjudul “Competition Is for Loser“ sebagai garis besar dari isi bukunya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.