PONSEL BLACK MARKET : Begini Cara Pedagang Samarkan Ponsel BM

ponsel-reuters
Apr 01 2016

PONSEL BLACK MARKET : Begini Cara Pedagang Samarkan Ponsel BM

JAKARTA — Bagi Anda yang rutin mengganti gadget terbaru sebaiknya lebih berhati-hati. Pasalnya, ponsel black market (BM) atau pasar gelap tanpa sertifikasi resmi, terkadang bisa dijual secara resmi di toko online.

Menurut Blogger Herry SW, penjual nakal terkadang memanfaatkan ketidaktahuan konsumen pemula soal ponsel terbaru. Konsumen awam ini biasanya membeli ponsel tanpa melihat penjelasan soal garansi.

“Konsumen yang seperti ini yang kasihan. Mereka tidak sadar kalau sebenarnya mendapatkan produk yang tidak sesuai harapan semula,” jelasnya, seperti dilansir Okezone, Rabu (30/3/2016).

Lebih jauh, ia juga menjelaskan soal trik yang dipakai pedagang nakal untuk memperdagangkan barang jualannya. Biasanya, iklan tersebut tidak menjelaskan secara detail produknya. “Deskripsi iklan sengaja dibuat menggantung untuk menjebak konsumen,” lanjutnya.

Selain deskripsi iklan yang tidak jelas, masalah garansi terkadang menjadi senjata mereka untuk meyakinkan konsumen untuk membeli jualan mereka. “Penjual nakal biasanya menjanjikan garansi internasional selama satu tahun. Ini kan kesannya keren, padahal apabila rusak tidak akan dilayani di pusat service resmi,” tutupnya.

Seperti diketahui, kerugian yang akan diderita pembeli barang ilegal tidaklah sedikit. Selain masalah keaslian produk yang diragukan, layanan purna jual tentu akan menjadi permasalahan konsumen di masa depan.

Selain itu Peraturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 20% untuk ponsel 4G yang dicanangkan oleh pemerintah kabarnya membuat ponsel black market marak beredar di Indonesia. Hal itu membuat vendor seperti Lenovo merasa dirugikan.

Peraturan TKDN membuat sebagian produk berteknologi jaringan 4G LTE tidak bisa masuk ke Indonesia secara resmi. Alhasil jalur BM yang dipilih oleh para importir nakal. Sebagai salah satu vendor yang menaati peraturan TKDN, Lenovo cukup menyesalkan sikap pemerintah yang dinilai belum tegas dalam membendung ponsel BM tersebut.

“Kami baru hari ini lho meluncurkan Vibe K4 Note dan baru masuk preorder sampai tanggal 31 Maret 2016. Tapi kami lihat sudah ada beberapa situs online yang menjual Vibe K4 Note tidak resmi,” terang Country Lead Lenovo Mobile Business Group Indonesia, Adrie R. Suhadi, seperti dikutip dari Detik, Kamis.

“Kami ingin pemerintah lebih meperketat importir ilegal itu. Dengan aturan TKDN ini kan Lenovo berinvestasi. Kami mengikuti peraturan. Dengan adanya ponsel BM kami jelas merasa dirugikan,” lanjut Adrie.

Tak hanya pihaknya yang merasa dirugikan, dengan adanya ponsel BM konsumen juga akan dirugikan. Karena pihak Lenovo tidak menanggung kerugian barang yang tidak resmi.

Maraknya peredaran barang seperti ponsel black market membuat situs e-commerce selalu merasa dikambinghitamkan. CEO Blibli, Kusumo Martanto, angkat bicara soal isu ini dan menegaskan barang BM tak semuanya beredar di toko online.

“Kadang-kadang kami merasa tidak adilnya tuh e-commerce dianggapnya jelek melulu. Padahal kalau berbicara barang BM tidak usah handphone deh, tapi barang lain, di mana-mana itu kan ada. Mau offline atau online,” ujar Kusumo.

Hingga saat ini Kusumo mengaku Blibli sebisa mungkin akan mengikuti aturan pemerintah. Caranya dengan berjualan barang yang sudah melalui postel.

Meski terkadang ada satu barang yang terselip. Tapi, menurut Kusumo, pihaknya sudah seketat mungkin menyaring semua barang dagangan yang dijual oleh pedagang melalui situsnya.

Kalaupun ada barang BM, Kusumo mengatakan secepat mungkin barang tersebut diturunkan. Hal itu sudah dilakukan sejak tahun 2015 lalu, hanya saja masih ada pedangan yang nakal.

“Pernah ada barang BM dan langsung kami turunkan. Tapi ya kami minta tolong kepada masyarakat kalau ternyata masih ada silakan lapor saja ke kami. Karena kami kan juga tidak bisa melakukan pengecekan satu per satu,” paparnya.

Pengawasan ini sedianya juga dilakukan terhadap situs e-commerce lain. “Regulasi ya kami mengikuti. Tapi ya yang lain tolong dicek juga. Jangan sampai ada tebang pilih,” pungkas Kusumo.

 

Editor: Haryo Prabancono | dalam: Gadget | Sumber: www.solopos.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.