SUMPAH PROFESI USB : Apoteker Dituntut Terus Tingkatkan Kompetensi dan Daya Saing

080312_SOLO_PELANTIKAN-APOTEKER_BUR2-370x241
Mar 28 2016

SUMPAH PROFESI USB : Apoteker Dituntut Terus Tingkatkan Kompetensi dan Daya Saing

SOLO-Profesi apoteker dituntut terus meningkatkan kompetensi dan daya saing agar nantinya dalam menghadapi persaingan di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tidak hanya menjadi penonton di negeri sendiri.

Demikian dikemukakan Rektor Universitas Setia Budi (USB) Solo, Djoni Tarigan, dalam sambutannya dalam acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Apoteker Angkatan XXIX Fakultas Farmasi USB di Gedung Wanita Solo, Selasa (22/3/2016).

Djoni mengungkapkan beberapa keuntungan yang dapat diambil dari pemberlakuan MEA adalah lapangan pekerjaan yang akan semakin luas, dapat menjalin hubungan kerja sama dengan berbagai negara, serta dapat menaikkan jumlah eskpor obat-obatan ke berbagai negara.

“Mengutip pernyataan Chris Kilbrr, Group Director Pharma UBM Live, belanja kesehatan di Indonesia 2015 diperkirakan mencapai $21,7 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya posisi Indonesia dalam MEA sangat strategis,” papar Djoni.

Dia menambahkan, dalam menghadapi MEA masih cukup banyak pekerjaan rumah dalam hal ini penyelenggaraan kesehatan, khususnya di bidang farmasi yang mutlak harus diselesaikan, khususnya untuk kestabilan dan sinkronisasi sistem Jaringan Kesehatan Nasional (JKN).

Beberapa hal yang menurutnya harus menjadi prioritas antara lain terlaksananya sistem rujukan JKN yang konsisten, penentuan dan pemenuhan rasio jumlah pelayanan kesehatan di setiap unit pelayanan kesehatan terhadap standar dan jadwal pelayanan kesehatan, dan pelayanan praktik pelayanan farmasi yang komprehensif untuk mencapai outcome atau luaran yang efektif, efisien, aman, bermutu, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, pelantikan dan pengambilan sumpah sebanyak 141 apoteker USB Solo di hadapan Dekan Fakultas Farmasi USB, Ketua Komite Farmasi Nasional, dan Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).

Ketua Program Studi (Studi) Apoteker USB, Dewi Ekowati, melaporkan, pada periode kali ini, lulusan terbaik untuk minat Farmasi Klinik dan Komunitas adalah Rahmawati Sara dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,84. Sementara untuk minat Farmasi Sains dan Industri adalah Eva Kumalasari dengan IPK 3,80. Eva juga tercatat sebagai lulusan termuda periode ini dengan usia 21 tahun.

“Para apoteker baru ini sebelumnya sudah menempuh kegiatan akademik selama dua semester, yaitu perkuliahan sejak Februari 2015 sampai dengan Juli 2015. Kegiatan selanjutnya dilakukan ujian komprehensif meliputi bidang rumah sakit dan industri yang dilaksanakan Sabtu (6/2/2016) dan komprehensif bidang apotek yang dilaksanakan Rabu (10/2/2016),” papar Dewi.

 

Editor: Anik Sulistyawati | dalam: Pendidikan | http://www.solopos.com/nasional/pendidikan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.