TOKOH SOLORAYA : Berawal dari Tukang Cuci Piring, Jeffry Y Kotta Layani 3 Presiden

Jeffry-370x247
Mar 26 2016

TOKOH SOLORAYA : Berawal dari Tukang Cuci Piring, Jeffry Y Kotta Layani 3 Presiden

SOLO – Hidup memang penuh dengan kejutan. Berawal dari tukang cuci piring di hotel, pria ini sekarang berhasil menjadi chef yang handal. Bahkan, dia pernah dipercaya untuk memasak makanan untuk tiga orang presiden RI.

Dia adalah Jeffry Yohanes Kotta. Pria kelahiran Makassar, 29 Maret 1972 tersebut adalah Executive Chef Hotel Baron Indah. Dia juga dipercaya merangkap jabatan sebagai Food & Beverage (FnB) Manager hotel setempat.

Ketertarikan Jeffry terhadap dunia perhotelan berawal saat di lulus SMA. Kala itu, dia dan orang tuanya tidak memiliki tabungan yang cukup untuk melanjutkan Jeffry ke bangku kuliah. Hal itu disebabkan karena kedua orang tuanya harus menanggung biaya kuliah Kedokteran kedua kakaknya.

Anak ketiga dari lima bersaudara ini kemudian nekat kuliah hingga akhirnya mendapatkan beasiswa pendidikan dari Yayasan Angkatan Udara pada 1990. Sambil kuliah pada Program Studi D3 Manajemen Ekonomi Universitas Merdeka Malang, dia memutuskan untuk bekerja paruh waktu di Hotel Purnama Kota Batu. Tugas pertamanya kala itu adalah sebagai tukang cuci piring.

“Beasiswa dari yayasan saat itu hanya menanggung biaya pendidikan. Mau tidak mau saya harus bekerja supaya tetap bisa hidup. Akhirnya saya bekerja sebagai steward, ya semacam mencuci piring begitu di Hotel Purnama Batu,” tuturnya saat ditemui Solopos.com di Hotel Baron Indah, Selasa (22/3/2016).

Berkat ketekunannya, enam bulan kemudian dia dipercaya menjadi butcher. Dia bertugas menjadi jagal di hotel tersebut. Dua tahun kemudian dia dipercaya mencabat sebagai chef de partie atau kepala dapur.

Prestasi itu dibarengi dengan kelulusan kuliahnya dengan meraih predikat cumlaude dan menjadi mahasiswa terbaik. Beberapa tahun kemudian, pria yang kini menjabat sebagai Advisor Indonesia Chef Association (ICA) Solo-Jawa Tengah itu memberanikan diri untuk berkarier di dunia internasional.

Dia bergabung dengan katering internasional dengan training di Prancis. Dia sempat ditugaskan menjadi juru masak di Rusia dan Filipina.

Hobi Voli

Pria yang memiliki hobi berolah raga voli ini sempat keluar masuk ke dunia perhotelan dan dunia tambang. Namun, dia akhirnya kembali lagi ke perhotelan, tepatnya di Kusuma Agrowisata Hotel Batu.

Di hotel tersebut, ayah tiga orang anak itu dipercaya menjadi juru masak bagi tiga generasi presiden RI yang berbeda. Dia merasa terhormat karena bisa melayani Megawati Soekarno Putri, Abdurrahman Wahid (Gusdur), dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pengalaman terunik terjadi saat mantan Presiden Megawati meminta camilan dari umbi-umbian gembili dan gembolo. “Kami benar-benar kesulitan mencari gembili dan gembolo itu. Bahkan, kami sampai mengutus warga dan mencarinya hingga ke lereng Gunung Arjuno di Batu yang menjadi perbatasan Mojokerto dan Malang,” ujarnya.

Pria yang kala itu menjabat sebagai Executive Chef Kusuma Agrowisata Hotel itu juga senang bisa memasak bersama Ani Yudhoyono. Saat itu, keluarga SBY meminta dibuatkan sejumlah makanan, di antaranya adalah sayur lodeh.

Tidak hanya memasak, dia juga pernah diajak mantan Presiden SBY untuk bermain voli bersama pejabat-pejabat lainnya. Kala itu, dia sekaligus menjabat sebagai Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kota Batu. Dia bertugas sebagai pengumpan bola bagi SBY.

“Ini adalah kebanggan yang luar biasa sekali. Bekerja sangat nyaman jika sesuai dengan passion dan ikhlas. Apalagi kalau kerja sesuai hobi dan dibayar,” ujarnya sambil tertawa. Kini dia juga mendirikan lembaga pendidikan kuliner De Access di Griya Jati Indah, Sawahan, Ngemplak, Boyolali. Hal itu untuk membantu mengembangkan bakat generasi muda di bidang kuliner.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.